Pernahkah Anda bepergian dengan pesawat dan khawatir ketinggalan salat? Jika benar maka jangan khawatir, artikel ini akan InsyaAllah meredakan semua kekhawatiran yang Anda miliki.
Untuk bisa menentukan waktu sholat, cara yang terbaik adalah untuk mencari tahu terlebih dahulu sebelum terbang. Dengan adanya dan munculnya teknologi dan aplikasi saat ini, menentukan waktu salat di pesawat akan juga menjadi lebih mudah.
Anda dapat mengunduh aplikasi seperti aplikasi HalalTrip dan memasukkan beberapa informasi penting sebelum penerbangan Anda untuk mendapatkan waktu salat yang sesuai. Cukup masukkan informasi mengenai bandara keberangkatan, tanggal, waktu serta informasi mengenai bandara kedatangan, tanggal dan waktu. Kemudian, aplikasi akan secara otomatis menghitung waktu sholat untuk Anda dalam format PDF (dan bisa dibuka secara offline) dan Anda siap berangkat tanpa perlu memiliki kekhawatiran yang berlebih!
Namun, jika Anda tidak terbiasa dengan cara menggunakan perangkat teknologi ini, berikut adalah daftar cara untuk mengukur waktu sholat:
Setelah menentukan waktu sholat, melakukan wudhu atau tayamum, Anda dapat dikatakan telah siap untuk melakukan salat. Tapi bagaimana Anda dapat menentukan kiblat yang benar setelah Anda berada di pesawat?
Para ulama sebenarnya telah menyepakati bahwa shalat fardhu wajib dilakukan dengan menghadap kiblat, sambil berdiri, dan jika memungkinkan melakukan sujud dan ruku yang benar.
Oleh karena itu dalam hal ini, Anda harus menilai situasinya. Jika sudah bisa melaksanakan salat ketika sudah sampai di tempat tujuan, maka dianjurkan untuk melaksanakan salat Anda telah berada di darat. Dengan meng-qadha dan/atau men-jama’ untuk menggabungkan shalat Zuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya karena hukumnya adalah diperbolehkan dan menunda shalat jika memang masih memungkinkan saat berada diperjalanan.
Namun, jika Anda takut akan melewatkan waktu salat sebelum mendarat di bandara, maka Anda boleh melakukan salat di dalam pesawat.
Beberapa maskapai penerbangan memiliki ruang khusus di pesawat untuk melakukan salat. Anda dapat meminta izin untuk menggunakan tempat tersebut dan melakukan salat sambil berdiri dan menghadap kiblat. Maskapai tertentu seperti Emirates memiliki fitur yang menunjukkan arah kiblat di layar yang tersedia di kursi Anda. Namun, jika Anda tidak dapat atau memiliki kesulitan untuk menentukan kiblat, Anda dapat meminta bantuan kru.
Namun dalam keadaan di mana Anda mengetahui bahwa Anda tidak mampu untuk melakukan shalat sambil menghadap kiblat, dalam posisi berdiri, melakukan Ruku dan Sujud yang benar karena keadaan dan ruang yang terbatas, maka diperbolehkan untuk melakukan gerakan yang terbaik dari kemampuan Anda dari posisi duduk. Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur'an dalam Surah At-Taghabun ayat 16:
فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Hal ini juga diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya: "Ketika saya memerintahkan Anda untuk melakukan sesuatu, lakukan sebanyak yang Anda bisa.
Lain halnya jika ingin melaksanakan salat sunnah Nawaafil atau ibadah yang berfungsi debagai pelengkap, maka diperbolehkan shalat ke mana pun arahnya dan tidak diwajibkan untuk menghadap kiblat. Hal ini didukung dengan riwayat terdahulu bahwa Nabi Muhammad S.A.W biasa melakukan salat sunnah Nawaafil sambil menunggangi unta.
Dengan ini, Anda bisa menikmati perjalanan Anda dan telah siap untuk menunaikan salat di dalam pesawat tanpa perlu khawatir!
Cover Image Credit: Elizabeth Camp on Unsplash